Susunan Acara Pernikahan Adat Bali, Cek Dulu di Sini!

Bali adalah tempat yang indah untuk melangsungkan pernikahan. Apalagi, bila Anda asli keturunan Bali. Mau menikah menggunakan adat Bali? Kalau iya, Anda harus mengikuti susunan acara pernikahan adat Bali dengan benar agar semua berjalan dengan sempurna. Seperti apa susunan acara dalam pernikahan adat Bali itu? Cek dulu di sini!

1. Menentukan Hari Baik

Acara paling pertama dalam pernikahan adat Bali adalah menentukan hari baik. Setelah sebelumnya mempelai pria datang melamar mempelai perempuan, nantinya kedua belah pihak akan memilih waktu terbaik untuk menikahkan putra putri mereka. Jika sudah disepakati, nantinya mempelai wanita akan dijemput ke rumah mempelai laki-lakinya.

2. Ngekeb

Sama halnya dengan acara siraman pada adat Jawa, pada adat Bali juga ada tradisi demikian. Namanya adalah Ngekeb. Bedanya dari acara adat Jawa adalah pada adat Bali sebelum melakukan siraman, mempelai wanita terlebih dulu dilumuri dengan ramuan yang terbuat dari rempah dan bahan pilihan.

3. Mungkah Lawang

Selanjutnya, adalah acara Mungkah Lawang. Acara ini sebenarnya mirip dengan upacara buka pintu pada adat Sunda. Bedanya terletak pada siapa yang mengetuk pintu. Pada adat Bali, yang mengetuk pintu adalah utusan mempelai laki-laki yang melakukannya sambil bernyanyi tembang. Sedangkan pada adat Sunda, yang mengetuk pintu adalah mempelai pria sendiri.

4. Upacara Messegehagung dan Mekala-kala

Kedua acara ini sebenarnya saling berkaitan. Messegehagung adalah upacara penyambutan mempelai wanita setibanya di kediaman mempelai laki-laki. Sedangkan Mekala-kala adalah upacara yang dimulai dengan bunyi genta yang bergema setelah calon mempelai wanita tiba di rumah mempelai laki-laki.

5. Mewidhi Widana

Prosesi yang satu ini berlangsung di dalam pura keluarga pihak laki-laki yang nantinya akan dipimpin oleh seorang pemangku sangkah. Acara ini juga akan diantar oleh seorang pinisepuh. Nantinya, pada acara ini akan disertai dengan doa dari kedua mempelai untuk keluarga baru mereka.

6. Mejauman

Terakhir adalah Mejauman. Acara ini adalah tradisi mohon pamit pihak mempelai wanita kepada leluhurnya. Acara ini dilakukan mempelai wanita diiringi dengan keluarga mempelai laki-laki. Mereka akan membawa penganan tradisional seperti kue bantal, apam, sumping, kuskus dan masih banyak lagi sebagai penghormatan.

Bagaimana? Anda sudah paham dengan rangkaian susunan acara pernikahan adat Bali? Kalau begitu, sudah mengerti dengan tata cara pernikahannya, kan? Anda dan pasangan mulai sekarang sudah bisa menyiapkan segala hal yang berkaitan dengan pernikahan tersebut, termasuk masalah biayanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.