Begini Gambaran Pernikahan Adat Sunda Tradisional

Apakah Anda berencana untuk melangsungkan pernikahan adat Sunda tradisional? Ada baiknya Anda mempersiapkan dengan baik mulai dari persyaratan pernikahan hingga pakaian pernikahan adat Sunda yang akan dikenakan nanti. Ingin tahu lebih lanjut? Yuk simak baik-baik penjelasan lengkapnya berikut ini.

Apa Saja Syarat Mengadakan Pernikahan Adat Sunda?

1. thebridedept.com

Sebelum Anda melangsungkan pernikahan dengan adat Sunda tradisional, ada baiknya Anda mengetahui semua persyaratan untuk mengadakan pernikahan adat Sunda ini. Masyarakat Sunda merupakan salah satu masyarakat yang masih mengedepankan budaya dan adat istiadatnya dalam hal pernikahan.

Untuk mengadakan pernikahan dengan adat Sunda tradisional, Anda harus mengikuti semua tata cara pernikahan yang dilakukan sesuai dengan adat Sunda. Di antaranya, prosesi lamaran hingga pada upacara pernikahan itu sendiri. Selain itu, Anda juga harus menyiapkan Surat Numpang Nikah di KUA, penghulu, ustadz, saksi, dan juga mahar untuk mempelai wanita.

Bagaimana Tata Cara Pernikahan Adat Sunda?

2. weddingku.com

Tata cara melaksanakan pernikahan adat Sunda pada prinsipnya sama dengan pernikahan pada suku dan ras lain. Prosesinya diawali dengan silaturahmi antara kedua pasangan dan keluarga, lamaran, persiapan akad nikah dan resepsi pernikahan.

Hanya saja, pada saat upacara adat akan berbeda dengan adat dan istiadat suku dan ras lain. Tata cara saat upacara adat Sunda sendiri biasanya diawali dengan sungkeman, huap lingkung, ngeuyeuk seureueh, saweran, buka pintu, dan lengseran.  

Apa Saja Susunan Acaranya?

foto: sanggardasela.blogspot.com

Susunan acara di pernikahan adat Sunda tradisional dibagi menjadi dua, yakni sebelum hari H pernikahan, dan ketika hari H berlangsung. Sebelum hari H pernikahan, acara diawali dengan neunden omong atau menyimpan ucapan. Prosesi tersebut dilanjutkan dengan narosan atau nyeureuhan (lamaran).

Acara selanjutnya adalah tunangan atau prosesi patuker beubeur tameuh. Kemudian dilanjutkan dengan seserahan atau nyandakeun pada 3-7 hari sebelum pernikahan. Selanjutnya, dilanjutkan dengan ngeuyeuk seureuh yang merupakan acara opsional, alias tidak wajib.

Pada hari H pernikahan, acara dimulai dengan penjemputan calon pengantin pria, lalu dilanjukan dengan ngabageakeun, akad nikah, sungkeman, wejangan, saweran, meuleum harupat, nincak endog (menginjak telur), dan yang terakhir adalah muka panto atau buka pintu.

Nah itu dia ulasan mengenai pernikahan adat Sunda tradisional dan juga pakaian pernikahan adat Sunda yang harus Anda tahu sebelum mengadakan acara prosesi pernikahan. Pahami baik-baik tata cara pernikahan tersebut dan juga penuhi syarat-syarat mengadakan pernikahan dengan adat Sunda ini. Semoga artikel ini bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.